Tampilkan postingan dengan label kitab ilmu syekh siti jenar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kitab ilmu syekh siti jenar. Tampilkan semua postingan

Kesuksesan Syiar Islam Syekh Siti Jenar

Kesuksesan Syiar Islam Syekh Siti Jenar banyak orang tidak mengetahui, bahkan dilupakan! Syekh Siti Jenar merupakan salah satu anggota walisongo yang cerdas, pandai dalam segala bidang terlebih secara spiritual. Syekh Siti Jenar dikeluarkan dari keanggotaannya di walisongo bukan karena sesat tetapi karena kesuksesannya dalam mensyiarkan islam. Mengapa hal ini bisa terjadi! Syekh Siti Jenar mensyiarkan islam dari mulai wong cilik sampai wong gedhe (pejabat anggota kerajaan majapahit). Dengan menghapus sistem kasta secara perlahan inilah ajaran islam yang sesungguhnya, dimata Allah semua manusia sama. Jadi dengan sistem memberikan pola pikir pembaharuan yang pelan tetapi pasti, berikut ini wawancara kami dengan R.Tjakra Djajaningrat budayawan asal salatiga, mengenai leluhurnya terkait pemahaman Manunggaling Kawula Gusti, yang terbagi 2 konsep, yang pertama secara syariat istilah Manunggaling Kawula Gusti diterapkan oleh Syekh Siti Jenar.

Konsep Syariat Manunggaling Kawula Gusti
Konsep syiar ini banyak orang yang tidak mengerti, hanya memandang berpikir gebyah uyah-nya saja. Padahal Konsep Syariat Manunggaling Kawula Gusti adalah sistem politik yang tepat sasaran dan dapat diterima dengan akal sehat dalam mensyiarkan agama islam. Manunggaling Kawula Gusti jika ditilik dari secara syariat mengandung arti, Manunggaling = Bersatu, Kawula = Rakyat/ Wong Cilik dan Gusti = Penguasa/ Penggedhe. Jadi yang dimaksud bersatunya antara rakyat dan penguasa maka hidup akan diamis toto tentrem kerto raharjo. Yang rakyat menghormati penguasa, penguasa mikirin nasib rakyat, ibarat lidi yang diikat menjadi sapu lidi, pasti sanggup membersihkan kotoran yang ada. Lidi disebut juga sodo, maka jika orang mau memahami Manunggaling Kawula Gusti harus memiliki sodo. Sodo kiasan dari kalimasada yang diartikan orang harus masuk islam dengan membaca dua kalimat syahadat.

Dengan konsep syiar inilah yang membuat Syekh Siti Jenar sukses dalam mengislamkan orang-orang diera pemerintahan kerajaan majapahit. Dari berbagai kalangan mulai rakyat jelata, tokoh spiritual hingga pejabat keraton majapahit-pun masuk islam. Mengapapa demikan? secara konsep berbangsa dan bernegara Konsep Syariat Manunggaling Kawula Gusti tidak lain mirip dengan konsep Mahapatih Gajahmada yang mempersatukan nusantara ini di era kejayaan majapahit. Namun ada pula yang lain yakni Konsep Spiritual Manunggaling Kawula Gusti yang membuat tokoh agamawan, penganut kepercayaan jawa dan penggedhe keraton majapahit tertarik untuk mempelajarinya.

Konsep Spiritual Manunggaling Kawula Gusti
Ajaran Manunggaling Kawula Gusti dari Syekh Siti Jenar secara spiritual ada beberapa tahapan, namun pada dasar simplenya untuk meraih ngelmu kasempurnan orang harus mengolah dan menggembleng dirinya terlebih dahulu. Seperti halnya pola pikir atau cara pandang tokoh spiritual jawa kala itu, penuh tirakat tapa brata agar memiliki ilmu kanuragan, jayakawijayan, hingga kawaskitan (kebatinan). Cara pandang inilah yang di islamkan dan diberi solusi untuk mempermudah dalam mencapainya. Konsep Spiritual Manunggaling Kawula Gusti mengajarkan pada orang lebih menyatukan dirinya dalam olah cipta, rasa dan karsa dengan itu baru mengerti sejatinya hidup (mengenali jatidirinya) baru menyatukan diri dengan prestasi ibadah untuk menganal Allah. Man 'Arafa Nafsahu, Faqad Arafa Rabbahu. “Siapa yang mengenal dirinya, akan mengenal Rabb-nya”.

Ajaran secara spiritual ini masuk akal jadi orang lebih mengenal islam dianggap memberi pencerahan, sebab cara budaya yang salah dibenahi atau dibetulkan kekliruannya. Tak heran Syekh Siti Jenar sukses mengislamkan lebih dari 50% orang-orang dibawah kepemimpinan kerajaan majapahit.

Walisongo bangga dengan Kesuksesan Syiar Islam Syekh Siti Jenar, namun dari sisi lainnya visi dan misi-nya menjadi terganjal. Disinilah konflik dimulai, adanya pro kontra diantara walisongo. Namun kembali pada awal visi dan misinya didirikan dewan walisongo selain mensyiarkan islam dan mendirikan kerajaan islamdengan mendukung Raden Fatah menjadi raja pertama kerajaan islam di jawadwipa. Dengan hal itu Syekh Siti Jenar harus disingkirkan karena sebagai penghalang besar, jika majapahit menjadi islam tentu Demak Bintoro tidak bisa menjadi kerajaan islam.

Keutamaan 7 Ayat Ummul Kitab

Keutamaan 7 Ayat Ummul Kitab pada kesempatan kali ini kita bahas untuk menambah wawasan dan memperkuat keimanan kita pada Allah SWT. Mungkin ada diantara kita tidak mengetahui apa itu 7 Ayat Ummul Kitab!
Mari kita bahas step by stepnya agar kita mengetahui dan memahami Ummul Kitab yang tidak lain adalah Surat Al Fatihah.

Surat Al-Faatihah itu mempunyai bermacam-macam nama, telah di terangkan dalam Al Hadits;
“Dari Abi Hurairah ra berkata: Rosulullah saw bersabda: ”Al hamdulillahi rabbil ‘alamiin adalah Ummul qur’an, Ummul kitab, Sab’ul matsani dan Al Qur’an Al ‘adzim. (HR. At Tarmidzi).

1. Surat Al- Faatihah.
Kata “Al-Faatihah” berasal dari kata “fataha” yang berarti “membuka” atau “memulai”, berarti pengertian Al-Faatihah adalah “Pembukaan” atau “Permulaan”. Mengapa Surat ini dinamai “Al Faatihah” ? Karena dengan surat ini Al-Qur’anul Karim di buka. Artinya adalah dengan surat ini, berarti telah dimulai bentuk susunan surat-surat dalam Al-Qur’an secara tertib dan urut. Adapun meletakkan surat Al-Fatihah pada permulaan Al-Qur’an adalah bersifat Tauqifi artinya sesuai dengan perintah Allah lewat Malaikat Jibril yang langsung kepada Nabi Muhammad saw.

2. Ummul Qur’an atau Ummul Kitab.
Selain nama “Al-Faatihah”, surat ini juga dinamai dengan “Ummul Qur’an” artinya sebagai Induk Al Qur’an, atau “Ummul Kitab” sebagai Induk Al Kitab. Mengapa Surat Al Faatihah dinamai “Ummul Qur’an atau “Ummul Kitab” ? Karena Al-Fatihah merupakan induk, pokok atau basis bagi Al Qur’an secara keseluruhan. Artinya, bahwa Surat Al Faatihah mengandung pokok-pokok isi Al Qur’an.

3. As Sab’ul Matsaani.
Surat Al-Faatihah juga dinamai “As Sab’ul Matsaani” (tujuh yang berulang-ulang). Dinamai demikian, karena ayatnya berjumlah tujuh ayat dan dibaca berulang-ulang dalam shalat.
Selain nama-nama tersebut masih ada beberapa nama lagi. Bahkan dalam Tafsir Ash Shaawi jilid IV hal 371 Cetakan Bairut diterangkan, “Nama Al Faatihah merupakan salah satu dari 20 nama”. Namun nama-nama lain itu tidak perlu disebutkan di sini.
Surat Al-Faatihah diturunkan di Mekah, jadi termasuk surat-surat Makiyyah. Diturunkan di waktu shalat, mula-mula disyariatkan dan diwajibkan membacanya di dalam shalat. Oleh karena itu, ia adalah surat yang pertama diturunkan dengan lengkap. Di dalamnya terdapat kesimpulan dari isi keseluruhan Al Qur’an seperti telah disebutkan diatas. Adapun jumlah ayat dalam surat Al Faatihah ada tujuh.

Pokok Isi Al Qur’an
Telah disebutkan di atas, bahwa Surat Al-Faatihah merupakan basis Al- Qur’an seluruhnya. Di dalam Surat Al-Faatihah terdapat kesimpulan atau intisari isi Al Qur’an.
Al Qur’an diturunkan pada saat umat manusia diseluruh penjuru alam ini sangat membutuhkan tuntunan atau hidayah, yang dapat di jadikan pegangan hidup dan dapat menunjukkan mereka kepada ketenteraman jiwa dalam menghadapi segala segi hidup dan kehidupan.
Sebagai karakteristik jiwa manusia adalah selalu merasa tidak puas dengan setiap keadaan, malah seringkali tidak menginginkan keadaan yang kondusif berlaku dalam masyarakat. Pada saat itu, di seluruh penjuru dunia telah terjadi dekadensi moral, dengan mengesampingkan norma agama dan nilai-nilai moralitas, sehingga porak porandalah tatanan kehidupan dan hancurlah peradaban manusia berkeping-keping menjadi suatu keadaan yang tidak beradab, dan jauh dari nilai-nilai agama dan kemanusiaan yang hakiki. Keyakinan dan kepercayaan mereka telah berpaling dari selain Allah dan tidak menghiraukan lagi perintah dan anjuran Rasulnya. Mulai dari para Raja, pemimpin suku dan adat serta para pemimpin kabilah mempunyai kekuasaan yang mutlak, otoriter dan penindas. Perilaku dan akhlak mereka serta tindakan-tindakannya selalu bertentangan dengan peri kemanusiaan. Mereka telah lupa kepada ajaran-ajaran yang dibawa oleh para Nabi dan Rasulnya pada saat itu, yaitu sebelum datangnya Nabi Muhammad saw.
Maka, kedatangan Al Qur’an adalah untuk memenuhi tuntutan jiwa mereka yang kering dan haus dari nilai-nilai spritual. Mereka ingin melepas belenggu kepercayaan yang menyesatkan, mereformasi hukum dan peraturan adat istiadat yang penuh dengan kurafat, dan merubah tradisi serta dongeng-dongeng yang penuh dengan tahayul dan kebohongan. Sehingga sudah tidak relevan lagi dengan akal dan pikiran yang selalu berkembang dinamis dan kontekstual.
Untuk memenuhi aspirasi hati dan gejolak jiwa yang telah lama terpendam oleh tradisi dan budaya jahiliyah. Maka, Al Qur’anul datang dengan membawa ajaran tentang keimanan yang terlepas dari kesyirikan, hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, persamaan hak dan keadilan. janji-janji dan ancaman-ancaman Allah bagi yang beriman dan yang ingkar, serta kisah-kisah tentang umat-umat terdahulu yang dapat dijadikan pelajaran dan i’tibar, agar dapat hidup aman dan tenteram bahagia dunia dan akhirat.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta alam yang senantiasa memberi banyak kenikmatan. Sholawat serta salam kita tujukan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang sangat kita harapkan syafaatnya di hari akhir nanti.
Surat Al Fatihah termasuk dalam surat makkiyah yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Al Fatihah merupakan surat pertama dalam Al Qur an atau disebut sebagai surat pembuka. Surat Al fatihah Terdiri dari atas 7 ayat. Hafal terhadap surat Al Fatihah merupakan kewajiban seorang setiap orang yang mengerjakan ibadah sholat, baik ketika sholat sendiri, atau sebagai makmum ataupun sebagai Imam harus mengerti dan paham Surat Alfatihah. Karena jika tidak membaca surat Al Fatihah maka sholatnya tidak sah.
Nabi kita, sang suri tauladan kita yaitu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى صَلاَةً لَمْ يَقْرَأْ فِيْهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهِيَ خِدَاجٌ ثَلاَثًا غَيْرُ تَمَامٍ فَقِيْلَ لِأَبِيْ هُرَيْرَةَ: إِنَّا نَكُوْنُ وَرَاءَ اْلإِمَامِ فَقَالَ: اِقْرَأْ بِهَا فِيْ نَفْسِكَ فَإِنِّيْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: قَالَ اللهُ تَعَالَى: قَسَّمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِيْ وَبَيْنَ عَبْدِيْ نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِيْ مَا سَأَلَ
Artinya :
“Barangsiapa yang melakukan sholat, sedang ia tak membaca Ummul Qur’an (Al-Fatihah) di dalamnya, maka sholatnya kurang (3X), tidak sempurna”. Abu Hurairah ditanya, “Bagaimana kalau kami di belakang imam”. Beliau berkata, “Bacalah pada dirimu (yakni, secara sirr/pelan), karena sungguh aku telah mendengar Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Allah -Ta’ala- berfirman, “Aku telah membagi Sholat (yakni, Al-Fatihah) antara Aku dengan hamba-Ku setengah, dan hamba-Ku akan mendapatkan sesuatu yang ia minta”. [HR. Muslim (395), Abu Dawud (821), At-Tirmidziy (2953), An-Nasa’iy (909), dan Ibnu Majah (838)]

Surat Al Fatihah dan Maknanya

Bagi kamu yang ingin memahami surat Al Fatihah lebih dalam, di bawah ini kami sajikan surat Al Fatihah dalam bahasa arab dan juga latin lengkap dengan terjemahan dan penjelasan makna lebih dalam. Semoga Alloh SWT mengizinkan kita memahami ayat-ayat suci di bawah ini :
1.    Al-Fatihah Ayat 1
Latin : Bismillah Hirrahman Nirrahim
Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Maksud dari ayat pertama ini adalah : saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, mulai dari pekerjaan ringan seperti makan, minum, bepergian, belajar, dan sebagainya. Allah adalah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar-Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang ar-Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
2.   Al-Fatihah Ayat 2
Latin : alhamdu lillaahi rabbil aalamiina
artinya : Segala puji {2} bagi Allah, Tuhan semesta alam. {3}
Maksud ayat kedua surat Al Fatihah adalah : {2} Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berarti: menyanjung-Nya karena perbuatan-Nya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap ni’mat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.
{3} Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. Lafadz “rabb” tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). ‘Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia,alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah pencipta semua alam-alam itu.
3.  Al-Fatihah Ayat 3
Latin : arrahmaanirrahiim
Artinya : Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Untuk ayat ketiga dalam surat Al FAtihah ini maksudnya hampir sama dengan ayat pertama,  Ar-Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang ar-Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
4.  Al-Fatihah Ayat 4
latin : maaliki yawmiddiin
Artinya : Yang menguasai {4} di Hari Pembalasan {5}
{4 }Maalik (Yang Menguasai) dengan memanjangkan “mim”, yang berarti: pemilik. Dapat pula dibaca dengan (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.
{5} Yaumiddin (hari pembalasan): hari yang di waktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa’ dan sebagainya.
5.  Al-Fatihah Ayat 5
latin : iyyaaka na’budu wa-iyyaaka nasta’iin
Artinya : Hanya Engkaulah yang kami sembah {6}, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. {7}
{6} Na’budu diambil dari kata ‘ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
{7} Nasta’iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti’aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
6.  Al-Fatihah Ayat 6
Latin : ihdinaash shiraathaal mustaqiim
Artinya : Tunjukilah [8] kami jalan yang lurus,
[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata “hidayaat”: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.
7.  Al-Fatihah Ayat 7
Latin : shiraathalladziina an’amta ‘alayhim ghayril maghdhuubi ‘alayhim walaadhdhaalliin
Artinya : (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. {9}
{9} Yang dimaksud dengan “mereka yang dimurkai” dan “mereka yang sesat” ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Khasiat Surat Al Fatihah

Diantara khasiat Fatihah ialah siapa yang membaca 'Al-Fatihah' diwaktu hendak tidur, Surah 'Al-Ikhlas' sebanyak 3 kali dan Mu'awwidzatain maka ia akan aman dari segala hal selain ajal. Dan siapa berhajat (berkeinginan sesuatu) kepada Allah s.w.t.maka olehnya dibaca surah Al-Fatihah sebanyak 41 kali diantara sembahyang sunat Subuh dan sembahyang fardu Subuh sampai 40 hari (tidak Lebih) kemudian memohon kepada Allah s.w.t. maka Insyaallah ia penuhi keperluan hidupnya.

-Barangsiapa membaca Fatihah berserta Bismillah diantara sunat Subuh dan fardu Subuh dengan Istiqomah maka kalau ia inginkan pangkat terkabullah ia dan kalau ia fakir maka akan kaya serta jika ia punya hutang maka mampu membayanrnya dan kalau ia sakit maka akan sembuh serta kalau ia punya anak maka anaknya itu menjadi anak yang soleh, berkat surah Al-Fatihah.
-Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah sebanyak 20kali setiap selesai sembahyang fardu lima waktu maka Allah s.w.t. luaskan rezekinya, baiki akhlaknya, mudahkan urusannya, hilangkan keperihatinannya dan kesusahannya, anugerahkan apa yang ia angan-angankan, dapatkan berbagai berkat dan kemuliaan, jadikan ia berwibawa, berpangkat luhur, berpenghidupan baik dan ia pula anak-anaknya terlindung dari kemudharatan dan kerosakan serta dianugerahkan kebahagiaan dan sebagainya.
-Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah sebanyak 125 kali selesai sembahyang Subuh maka ia peroleh maksudnya dan ia ketemukan apa yang dicari-cari serta sebaiknya ia panjatkan doa yang bermaksud:
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran Surah Al-Fatihah dan rahsianya, supaya dimudahkan bagiku semua urusanku, sama ada urusan dunia atau urusan akirat, supaya dimakbulkan permohonanku dan ditunaikan hajatku..........."
-Barangsiapa mengamalkan bacaan Al-Fatihah diwaktu sahur (tengah malam) sebanyak 41 kali maka Allah s.w.t.bukakan pintu rezekinya dan Dia mudahkan urusannya tanpa kepayahan dan kesulitan. Selesai bacaan Al-Fatihah tersebut dan sebaiknya berdoa:
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran surah Al-Fatihah dan rahsianya, supaya Engkau bukakan bagiku pintu-pintu rahmatMu, kurnia-Mu dan rezeki-Mu. Dan Engkau mudahkan setiap urusanku, murahkanlah bagiku rezekiMu yang banyak lagi berkat tanpa kekurangan dan tanpa susah payah, sesungguhnya Engkau berkuasa atas setiap sesuatu. Aku mohon kepada-Mu dengan kebenaran surah Al-Fatihah dan rahsianya, berikan apa yang kuhajati........"

Semoga artikel islami yang berisi mengenai terjemahan surat Al Fatihah dan khasiatnya beserta maksudnya di atas bisa bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah senantiasa memberi kita ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan Akhirat, dan melindungi kita dari ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat dan menyesatkan. Aamiin.

Dari berbagai sumber

Benarkah Kitab Syekh Siti Jenar Itu Kitab Ilmu Paling Ampuh?

Benarkah Kitab Syekh Siti Jenar Itu Kitab Ilmu Paling Ampuh?  Lalu kitab apakah itu? Kitab ilmu gaibkah! Kitab tasawufkah! Kitab Serat dan Suluk kah! atau kitab yang lain? Hal ini yang terkadang terbesit dalam pikiran anda, karena anda banyak berpikir yang jauh kearea mitos atau cerita rakyat yang menjelaskan ini itu, tak heran jadi suatu hal yang kontroversi terkait dengan Syekh Siti Jenar. Orang mencoba menguaknya akan tetapi bukan menguak dari hasil penelitian tetapi mengarang cerita yang akhirnya disebar luaskan.
Bahkan terkait ajarannya Manunggaling Kawula Gustipun beredar berbagai versi pola pikir pemahaman yang berbeda, ada yang sesat menyesatkan akhir dituding sesat, ada yang menjabarkan secara logika dan masuk akal sesuai akidah yang benar agar orang tercerahkan (diluruskan pemahamannya). Lalu siapa yang benar siapa yang salah, jika hal itu dipertanyakan kembali pada pendapat anda masing-masing. Namun jika anda berpikir dan sedikit mau memahami, karena pola pikir orang yang berbeda tersebut yang disalahkan siapa? Pasti nama yang dipakainya yakni Syekh Siti Jenar! Dan yang dianggap sesat itu siapa? pastinya juga Syekh Siti Jenar! bukan orang-orang yang menulis sesuai dengan pola pikirannya masing-masing tersebut. Buku yang beredar hanya sekedar pendapat saja dari penulis, sejarah kebenarannya masih 99% dipertanyakan! Kontroversi Syekh Siti Jenar sebenarnya kita sendiri yang membuatnya, bahkan jika Syekh Siti Jenar saat ini masih hidup mungkin hanya tersenyum dan bilang sakareplah meh muni opo!
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas dan mengupas tuntas berdasarkan pendapat saya pribadi untuk menjawab pertanyaan Benarkah Kitab Syekh Siti Jenar Itu Kitab Ilmu Paling Ampuh? Jawab saya 100% menyatakan benar. Kitab Syekh Siti Jenar Itu Kitab Ilmu Paling Ampuh! yang dimaksud sebuah Kitab yang dijadikan pedoman Syekh Siti Jenar secara johir bathin juga dalam mensyiarkan menyebarkan agama islam waktu itu. Lalu kitab apakah itu? Kitab ilmu gaibkah! Kitab tasawufkah! Kitab Serat dan Suluk kah! atau kitab yang lain? Jawabnya kitab yang lain sebab kitab yang disebutkan hanya bumbu, yang utama adalah kitab induknya! Kitab yang menjadi pedoman Syekh Siti Jenar adalah Al Quran, baru Hadish dan kitab lainnya yang dipelajari beliau sehingga memiliki wawasan yang luas dan menjadi orang yang handal dalam mensyiarkan ajaran agama islam.

Apakah hidup itu? Keberadaan manusia di dunia ini dan penciptaan seluruh alam semesta ini bukan secara kebetulan atau hasil alam secara kebetulan saja. Alam semesta ini, setiap atom yang tunggal menunjukkan dan menuntun kita kepada cinta yang sesungguhnya, kemurahan hati, dan kekuatan sang pencipta. Tanpa adanya pencipta, tidak ada sesuatu pun yang bisa eksis. Setiap jiwa itu mengetahui bahwa keberadaannya itu tergantung kepada Sang Pencipta. Dia tahu dengan pasti bahwa dia tidak dapat menciptakan dirinya sendiri. Oleh karena itu, menjadi kewajibannya untuk mengetahui Tuannya yaitu Sang Pencipta.

MANUSIA: Manusia adalah makhluk yang unik. Tuhan memberikan manusia kemampuan untuk memerintah semua makhlukyang lain di dunia ini. Dia membantu dengan memberi kemampuan mempertimbangkan yang lengkap dibandingkan dengan binatang. Dengan kemampuan untuk melihat dan membedakan, manusia diberi kebebasan sendiri untuk memilih jalan hidup yang pantas bagi kedudukannya, apakah dia jatuh lebih rendah daripada binatang atau ciptaan yang lain. Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci dan diberi pilihan untuk mengerjakan perbuatan yang pantas atau memperturutkan hatinya yang menuju ke limbah dosa.

PETUNJUK TUHAN : Sang Pencipta, di luar dari cinta-Nya yang berlimpah dan kemurahan-Nya untuk manusia, tidak meninggalkan kita dalam kegelapan untuk mengetahui garis kebenaran dengan mencoba dan bersalah sendiri. Berhubungan dengan kemampuan intelektual kita untuk mempertimbangkan, Pencipta kita memberikan kita petunjuk ketuhanan bahwa garis besar kriteria kebenaran, ilmu pengetahuan, dan realitas keberadaan kita di dunia dan di akhirat.

WAHYU : Dari awal manusia, Sang Pencipta kita mengutus nabi untuk menyampaikan wahyu-Nya dan mengajak manusia untuk mengikuti garis perdamaian yang benar dan taat kepada Tuhan yang satu. Inilah Islam. Inilah pesan yang disampaikan untuk generasi manusia yang berturut-turut melalui nabi yang berbeda beda, untuk mengajak seluruh umat manusia kepada garis edar yang sama. Akan tetapi seluruh pesan yang awal atau wahyu dari Allah itu diubah oleh orang-orang generasi setelahnya.

Sebagai hasilnya, wahyu yang suci yang berasal dari Sang Pencipta itu dicampuri dan dikotori dengan cerita yang dibuat-buat, takhayul, menyembah berhala dan ideologi fllosofis yang tidak rasional. Agama Allah dalam pengertian hilang dalam agama yang berlebihan. Sejarah manusia adalah sebuah perjanjian dari penyimpangan manusia antara terang dan kegelapan, tetapi Allah di luar cinta-Nya yang melimpah untuk manusia tidak mengabaikan kita.

WAHYU TERAKHIR: Ketika manusia berada dalam masa kegelapan, Pencipta kita mengutus Rasul-Nya yang terakhir, Nabi Muhammad SAW untuk menyelamatkan manusia dengan wahyu yang terakhir sebagai sumber petunjuk terakhir dan permanen untuk seluruh dunia.

BUKTI KEBENARAN: Kriteria berikut dapat paling berguna sebagaimana ukuran untuk mengetahui wahyu terakhir yang autentik (al-Quran) sebagaimana firman Allah SWT:1. Ajaran yang rasional: Karena Pencipta kita memberikan pertimbangan dan intelektual kepada kita, inilah kewajiban kita menggunakannya untuk membedakan kebenaran dari kebohongan. Sungguh, wahyu itu dari Allah, pasti rasional, dan dapat dirundingkan tanpa ada pikiran yang memihak.
2. Kesempurnaan: Karena Pencipta kita itu sempurna, wahyu-Nya pasti sempurna dan akurat, bebas dari kesalahan, kelalaian, penambahan/interpolasi dan versi yang bermacam-macam. Pasti bebas dari kontradiksi dalam penyampaiannya.
3. Tidak ada cerita yang dibuat-buat atau takhayul: Wahyu yang benar bebas dari cerita yang dibuat-buat atau takhayul yang menurunkan martabat Sang Pencipta atau diri manusia.
4. Ilmiah: Karena Sang Pendpta kita adalah Pencipta seluruh ilmu pengetahuan, wahyu yang benar pastl ilmiah dan dapat bertahan terhadap tantangan ilmu pengetahuan di setiap saat.
5. Ramalan yang berdasarkan fakta: Karena kita mengetahui sejarah masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang, maka ramalan-Nya dalam wahyu-Nya dimasukkan sebagai ramalan.
6. Tidak dapat ditiru manusia: Wahyu yang benar adalah sempurna dan tidak dapat ditiru manusia. Wahyu Allah yang benar adalah keajaiban yang hidup, sebuah kitab yang membuka tantangan manusia untuk melihat dan membuktikan kepada diri mereka sendiri keautentikannya / keasliannya atau ketelitiannya.

Artikel Syekh Siti Jenar